Feeds:
Posts
Comments

Night

seakan diriku terhenyak akan sebuah mimpi

terbayangnya sebuah kenyataan

dari sebuah harapan dan asa

sinar di ujung ufuk itu terkadang menyilaukan

namun sejatinya mereka hanyalah bekerja tak harap imbalan

menyatukan tenaga

untuk sang perawi dunia

menemaninya dalam kebimbangan sepi

apakah gelap itu hitam,,

hitam itu masa sulit

dan masa itu kita buta…

namun tersentuh, dalam sepi itu kita menemukan sesuatu

mutiara hati yang tak bernilai rupiah

dan hanya sebuah kebijaksanaan kita hayati

dalam hitam ada putih…

dalam malam

kutunggu esok hari cerah…

Dia

dia takkan tahu apa yang terjadi

pada dirinya..

diriku..

semua berlalu cepatnya

tak sanggup kuberkata

kita takkan seperti ini lagi

hanyalah kenangan lampau

yang takkan terulang

sangat jauh…

dia hanyalah seorang diri

begitupun aku

menempuh jalan sendiri

yang dipercayainya

aku tetaplah aku

dia tetaplah dia

takkan pernah berubah

sampai mungkin hari kemudian

berlalu..

dia yang kukagumi

dan aku yang dia lihat

bukanlah suatu perumpamaan sempurna

akan indahnya hari ini

dan kelamnya masa lalu

bisakah kita berkompromi terhadap waktu

agar semua itu menjadi semu?

dan seakan menghilang dari setiap jejak?

dia adalah..

seorang yang aku begitu kenal,

hidupnya

jalannya

geraknya

serta pikirannya

karena dia

aku juga

sama saja

kulihat kau begitu anggun dibalik semua karya itu

namun kulihat betapa hancurnya dirimu dibalik keanggunan itu

pena yang kau goreskan

dan pikiran hati yang kau curahkan

betapa indahnya

tapi juga betapa kelamnya

hidupmu penuh teka teki

seperti juga kata-katamu

aku berdoa

balasanmu setimpal

akan usahamu

seperti kau berdoa

untuk orang-orang yang kau sayangi

bertahanlah…

hidup ini takkan lama lagi

sayup-sayup kudengar suara nun jauh disana

yang mampu memberikan kehangatan

di kelamnya malam ini

beberapa saat lalu ditempat ini

sepasang anak manusia memadu kasih dengan mesra

dunia luar tak mereka perdulikan

serasa terisolasi, terbungkus dalam lautan asmara

dan di tempat ini pula

sepasang anak manusia tadi terpisahkan

mereka terpisahkan oleh dunia luar

yang mereka anggap dulu tak ada atau tak mau ada

namun kenyataan tidak selalu berkata indah

bahkan lebih kejam dari sebuah pengkhianatan

malam semakin larut pula

dan suara sayup tetap tak beranjak dari tempatnya

mereka betah rupanya

dan disini aku berdiri memperhatikannya

jejak-jejak yang tak terlupakan

seraya memandang ke ufuk langit

disanalah terdapat lautan cahaya yang dipadukan dengan debu kosmik

sedang sang dewi sibuk bercermin

memantulkan pula cahaya yang tak kalah benderangnya

ingin rasanya merasakan riuhnya suasana di atas sana

dan meninggalkan semua hal yang tersangkut di tempat ini

termasuk suara sayup-sayup itu

ingin kutinggalkan segera

dan bergabung, bersatu bersama dinginnya angin malam ini

Ana’s word

Saat kulihat repro lukisan Da Vinci “Monalisa”,

saat itu juga pikiranku hadirkanmu untuk sekedar tersenyum sama menariknya.

Lukisan itu dengan senyum misteriusnya, dan kau dengan apa yang Tuhan berikan padamu mengubah duniaku,

Kau mengubahku dari penganut Marxisme menjadi hamba Van Gogh yang sejati,

jika aku tahu senyum “Monalisa” mungkin Da Vinci akan kecewa

akan adakah kesempatan kedua bagi Galileo untuk mempertahankan jiwanya,

dan bagi Einstein untuk terus hidup berdampingan bersama Mileva dan fisikanya,

dan adakah kesempatan saat dimana kekaisaran Roma tidak tunduk pada Cleopatra,

dan Samson hidup bahagia dengan Delilah,

ataukah waktu dimana Plato kehilangan belahan jiwanya (Socrates);

atau adakah waktu saat Newton putus asa dan bunuh diri,

dan saat dunia tidak akrab dengan dongeng Hans Christian Anderson,

dan saat aku hadirkanmu dalam dalam bentuk nyata….

temaniku dalam sepi….

hampa….

mati….

bukan hanya ada di anganku

Shakespear berkata

“apalah artinya sebuah nama bila mawar merah tetaplah berduri”

Namun bagiku hanya ada namamu disini,

kemarin,

saat ini, dan….

nanti….

Katarsis

saat aku kecil

aku menginginkan agar orang tuaku selalu ada untukku…

setelah aku sedikit mengerti

bahwa tidak selamanya mereka ada untukku

aku mulai mencari, apa yang aku senangi

mainan…

itu bisa membuatku lupa diri

namun itupun hanya sementara

karena mainan bisa rusak, tidaklah abadi

lalu kutemukan sahabat-sahabatku

mereka dapat menghiburku dan menyenangkanku

tetapi satu persatu mereka menghilang kemudian…

ketika kumengenal perasaan cinta

seseorang datang kepadaku menawarkan cinta

dan menyayangiku tulus

lalu kupikir cintalah segalanya untukku

aku terbuai olehnya

namun ternyata dia meninggalkanku

tanpa dapat kutemui lagi dimana ia berada

Sekarang aku mengerti…

apa yang bisa membuatku hidup

dan apa yang kuinginkan

dimanakah Tuhanku?!

dingin udara pagi buta di kilometer 6 bypass

menapaki jalan lurus kadang berlubang dan berhambat

dengan kecepatan terpaut antara lambat dan sedang

kusandarkan tubuhku dalam jok keras berbusa

tertuju pada angkuhnya alam beton dan aspal itu

roda-roda bertekanan tetap beputar pada porosnya

kalau saja mereka melanggarnya,

maka karet beralur akan menjerit kesakitan beradu dengan si hitam keras,

dan beton-beton penjaga akan menghukumnya, membenting keras.

Namun si bundar tetap patuh pada pegangannya

hingga mengantarkanku sampai tepat di bawah pohon tempatku,

terbiasa bersua bersama camar-camar kecil dan pagar besi

terbesit angka di pergelangan

pukul 6 pagi…

kupuaskan birahiku menuju tangga-tangga penghidupan

lalu kusambut balkon beton (kembali)

sejauh mata kupandang, jelas

cahaya kabut di atas atap cita-cita…

sebuah harapan!

Symphoni Ki Hujan

Hingar bingar kuda besi kudengar

gemuruh angin kurasa

dan lalu lalang orang-orang dapat kulihat

dalam sandaranku, didepanmu

tegak ragamu,

menopang setiap kata yang tersembunyi

Apakah kau merasa sedih kawan?

seakan nyawamu hilang tertelan

dalam euforia kehidupan,

dan kencangnya arus mekanika

membuatmu terdesak,

terancam…

Namun mata hatiku melihatmu

betapa tegar usaha,

dan tetap memayungi sisi kehidupan lain

tanpa pamrih,

kau dengan apa yang telah diciptakan oleh-Nya

menampilkan segenap memori

akan sebuah cita-cita dan harapan

juga setiap misterimu

kutahu kau ada, dan

kutahu kau hidup…

disini…